SISTEM PENDIDIKAN
MENENTUKAN PENINGKATAN PENGANGGURAN
TERPELAJAR ATAU
PEKERJA PRODUCTIVE
Sistem
pendidikan Indonesia saat ini berada di titik kejenuhan yang membutuhkan
penyegaran, mulai dari kurikulum yang gonta ganti, penerapan full day school
yang belum terlalu dipahami penerapannya, banyaknya siswa smp dan sma yang
putus sekolah karena pungutan liar, Wajar
12 tahun wajib sekolah tidak memiliki landasan hukum yang kuat ,
kurangnya minat siswa pada sekolah kejuruan dan banyak lagi. Ini sebenarnya dampak
dari pergantian menteri pendidikan yang
dilakukan oleh kabinet Jokowi serta ditambah banyaknya kasus fitnah , hoaks,
rekayasa isu yang terjadi di negeri ini . Bahkan untuk memilih informasi yang
betul-betul nyata itu sudah sulit di dapatkan. Oleh karena itu kita sebagai
warga negara yang baik yang terpelajar harus menjadi solusi dari permasalah
bangsa saat ini termasuk mengenai system pendidikan. Dari banyaknya masalah yang dihadapi saat ini
di dunia pendidikan akan berdampak pada sumber daya manusia itu sendiri dimana saat ini kita menyaksikan banyaknya
pengangguran di Indonesia, berdasarkan
laporan Badan Pusat Statistik meliris jumlah penggangguran di Indonesia
mencapai tujuh juta orang tercatat mei 2017. Sangat miris menyaksikan kondisi
saat ini dan bahkan sebagian dari pengagguran itu adalah kaum terpelajar baik
itu lulusan SMA, lulusan s1 bahkan lulusan s2. Mengapa sehingga kasus ini
terjadi padahal Indonesia memiliki pulau yang luas dan sumber alam yang kaya? Apakah
yang menjadi permasalah adalah sumber daya manusianya? Menjawab dua pertanyaan
ini kita harus mencermati apa yang terjadi di negeri ini seperti halnya sumber
daya alam negeri ini sangat luas tapi tidak dikelolah dengan baik oleh
sumberdaya manusia yang berkualitas. Dan untuk mendapatkan Sumberdaya manusia
yang berkualitas dilahirkan dari system pendidikan yang baik bercermin dari
beberapa negara maju.
Satu hal yang
menjadi kebangaan dan impian para peserta didik baik itu tingkatan sma, s1, s2
ketika mereka telah menyelesaikan studynya , mereka hanya berfikir bagaimana
menjadi PNS, sebenarnya data ini telah membuktikan bahwa peminat Profesi PNS di
negeri ini itu sangat besar , saat ini telah selesai pendaftaran untuk CCPNS
dan pendaftarnya sampai puluhan ribu dari jika di total maka mencapai jutaan orang.
Wajar saja jika mereka hanya mengimpikan menjadi PNS karena untuk soft skill
dan hard skill tidak ditanamkan pada mereka sejak dini, kalaupun ada beberapa
orang yang memiliki soft skill dan hard skill seperti menjahit, perbengkelan, membuat aneka
makanan dan lain-lain itu karena usaha mereka untuk masuk kursus, mengikuti
organisasi atau bahkan dari sekolah kejuruan. Satu hal yang menjadi pertanyaan
mengapa pada saat di tingkat SMA kita harus mengetahui semua mata pelajaran
bahkan mata pelajaran yang kita tidak suka sekalipun harus dihadapi walau akan
sia-sia. Karena Tidak adanya minat untuk belajar mata plejaran yang tdk
disukai. Sudah saatnya Indonesia mengubah system pendididkan dimana ditingkatan
SMA siswa diberikan keleluasan berdasarkan minat dan bakatnya. Kita sebagai
guru membimbing dan mengarahkan minat dan bakatnya tersebut sehingga dari dini
skill yang dimilikinya terarah sejak dini.
Serta memberikan pemahaman kepada siswa bahwa masuk ke sekolah kejuruan
atau SMK itu lebih membuat mereka creative dan innovative serta siap kerja
setalah lulus.
Saat ini negara
kita khususnya pelaku dan penentu kebijakan seharusnya berfikir bagaimana
sehinga pengangguran dinegeri ini dapat di atasi karena pengangguran dan system
pendidikan itu sulit untuk dipisahkan di
negara kita ini. Coba kita menyaksikan negara-negara yang maju dan sejahtera di
beberapa negara, pasti mereka sukses dalam dunia pendidikan. Oleh KArena itu
sepatutnya kita sebagai salah satu
negara berkembang yang memiliki potensi besar dapat bercermin tentang bagaimana
system pendidikan yang diterapkan dinegara tersebut seperti di jepang,
singapura, filandia, turkey, dan negara-negara maju lainnya. Salah satu negara
yang sangat terkenal dengan kesuksesan sistem pendidikannya yaitu negara
Finlandia dimana system pendidikan dinegara nordik tersebut tidak diragukan lagi terbukti
siswa-siswa Finlandia selalu memperoleh peringkat atas pada tes PIS atau
programme for inetrnational student assessment berdasarkan hal tersebut maka sumberdaya
manusia di negeri tersebut memiliki tinggkat kreativitas dan inovasi yang
cemerlang. Selain itu di negeri tersebut menunjukkan betapa system pendidikan
sangat effective dan efesien sesuai dengan kebutuhan masyarakat di negeri
tersebut sehingga tinggakat pengangguran
sangat rendah bahkan hampir tidak ada. Negeri kita ini sudah saatnya
sadar akan ketimpangan ini dan bercermin dari berbagai negara yang sukses akan
system pendidikannya
Dari berbagai
permasalahan diatas terutama mengenai banyaknya pengangguran karena salah satu
penyebabnya yaitu system pendidikan di Indonesia harus dikaji ulang berdasarkan
kebutuhan pelajar saat ini serta dijadikan sebagai pembelajaran dan bahan
evaluasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terdidik. Sebagai
pendidik, pelajar, masyarakat, orang tua bahkan pemerintah harus berperan
penting akan ketimpangan yang terjadi saat ini yaitu banyaknya kaum terdidik
yang menjadi pengangguran semoga kedepan negeri ini menghasilkan kaum terdidik
yang creative dan innovative dalam menghadapai persaingan global yang semakin
ketat. Mari kita bersatu untuk Indonesia menuju negara Emas tanpa pengagguran
dan masyarakat sejahtera aman dan damai.
By Mutakhirani Mustafa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar