Senin, 15 Januari 2018


SISTEM PENDIDIKAN MENENTUKAN PENINGKATAN PENGANGGURAN
TERPELAJAR ATAU PEKERJA PRODUCTIVE
Sistem pendidikan Indonesia saat ini berada di titik kejenuhan yang membutuhkan penyegaran, mulai dari kurikulum yang gonta ganti, penerapan full day school yang belum terlalu dipahami penerapannya, banyaknya siswa smp dan sma yang putus sekolah karena pungutan liar, Wajar  12 tahun wajib sekolah tidak memiliki landasan hukum yang kuat , kurangnya minat siswa pada sekolah kejuruan dan banyak lagi. Ini sebenarnya dampak dari pergantian menteri  pendidikan yang dilakukan oleh kabinet Jokowi serta ditambah banyaknya kasus fitnah , hoaks, rekayasa isu yang terjadi di negeri ini  . Bahkan untuk memilih informasi yang betul-betul nyata itu sudah sulit di dapatkan. Oleh karena itu kita sebagai warga negara yang baik yang terpelajar harus menjadi solusi dari permasalah bangsa saat ini termasuk mengenai system pendidikan.  Dari banyaknya masalah yang dihadapi saat ini di dunia pendidikan akan berdampak pada sumber daya manusia itu sendiri dimana  saat ini kita menyaksikan banyaknya pengangguran di Indonesia,  berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik meliris jumlah penggangguran di Indonesia mencapai tujuh juta orang tercatat mei 2017. Sangat miris menyaksikan kondisi saat ini dan bahkan sebagian dari pengagguran itu adalah kaum terpelajar baik itu lulusan SMA, lulusan s1 bahkan lulusan s2. Mengapa sehingga kasus ini terjadi padahal Indonesia memiliki pulau yang luas dan sumber alam yang kaya? Apakah yang menjadi permasalah adalah sumber daya manusianya? Menjawab dua pertanyaan ini kita harus mencermati apa yang terjadi di negeri ini seperti halnya sumber daya alam negeri ini sangat luas tapi tidak dikelolah dengan baik oleh sumberdaya manusia yang berkualitas. Dan untuk mendapatkan Sumberdaya manusia yang berkualitas dilahirkan dari system pendidikan yang baik bercermin dari beberapa negara maju.
Satu hal yang menjadi kebangaan dan impian para peserta didik baik itu tingkatan sma, s1, s2 ketika mereka telah menyelesaikan studynya , mereka hanya berfikir bagaimana menjadi PNS, sebenarnya data ini telah membuktikan bahwa peminat Profesi PNS di negeri ini itu sangat besar , saat ini telah selesai pendaftaran untuk CCPNS dan pendaftarnya sampai puluhan ribu dari  jika di total maka mencapai jutaan orang. Wajar saja jika mereka hanya mengimpikan menjadi PNS karena untuk soft skill dan hard skill tidak ditanamkan pada mereka sejak dini, kalaupun ada beberapa orang yang memiliki soft skill dan hard skill  seperti menjahit, perbengkelan, membuat aneka makanan dan lain-lain itu karena usaha mereka untuk masuk kursus, mengikuti organisasi atau bahkan dari sekolah kejuruan. Satu hal yang menjadi pertanyaan mengapa pada saat di tingkat SMA kita harus mengetahui semua mata pelajaran bahkan mata pelajaran yang kita tidak suka sekalipun harus dihadapi walau akan sia-sia. Karena Tidak adanya minat untuk belajar mata plejaran yang tdk disukai. Sudah saatnya Indonesia mengubah system pendididkan dimana ditingkatan SMA siswa diberikan keleluasan berdasarkan minat dan bakatnya. Kita sebagai guru membimbing dan mengarahkan minat dan bakatnya tersebut sehingga dari dini skill yang dimilikinya terarah sejak dini.  Serta memberikan pemahaman kepada siswa bahwa masuk ke sekolah kejuruan atau SMK itu lebih membuat mereka creative dan innovative serta siap kerja setalah lulus.
Saat ini negara kita khususnya pelaku dan penentu kebijakan seharusnya berfikir bagaimana sehinga pengangguran dinegeri ini dapat di atasi karena pengangguran dan system pendidikan itu sulit untuk dipisahkan  di negara kita ini. Coba kita menyaksikan negara-negara yang maju dan sejahtera di beberapa negara, pasti mereka sukses dalam dunia pendidikan. Oleh KArena itu sepatutnya  kita sebagai salah satu negara berkembang yang memiliki potensi besar dapat bercermin tentang bagaimana system pendidikan yang diterapkan dinegara tersebut seperti di jepang, singapura, filandia, turkey, dan negara-negara maju lainnya. Salah satu negara yang sangat terkenal dengan kesuksesan sistem pendidikannya yaitu negara Finlandia dimana system pendidikan dinegara nordik  tersebut tidak diragukan lagi terbukti siswa-siswa Finlandia selalu memperoleh peringkat atas pada tes PIS atau programme for inetrnational student assessment berdasarkan hal tersebut maka sumberdaya manusia di negeri tersebut memiliki tinggkat kreativitas dan inovasi yang cemerlang. Selain itu di negeri tersebut menunjukkan betapa system pendidikan sangat effective dan efesien sesuai dengan kebutuhan masyarakat di negeri tersebut sehingga tinggakat pengangguran  sangat rendah bahkan hampir tidak ada. Negeri kita ini sudah saatnya sadar akan ketimpangan ini dan bercermin dari berbagai negara yang sukses akan system pendidikannya
Dari berbagai permasalahan diatas terutama mengenai banyaknya pengangguran karena salah satu penyebabnya yaitu system pendidikan di Indonesia harus dikaji ulang berdasarkan kebutuhan pelajar saat ini serta dijadikan sebagai pembelajaran dan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terdidik. Sebagai pendidik, pelajar, masyarakat, orang tua bahkan pemerintah harus berperan penting akan ketimpangan yang terjadi saat ini yaitu banyaknya kaum terdidik yang menjadi pengangguran semoga kedepan negeri ini menghasilkan kaum terdidik yang creative dan innovative dalam menghadapai persaingan global yang semakin ketat. Mari kita bersatu untuk Indonesia menuju negara Emas tanpa pengagguran dan masyarakat sejahtera aman dan damai.


By Mutakhirani Mustafa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hoax Mulai Meracuni Rakyat Indonesia, Bagaimana Mengatasinya? Dizaman perkembangan tekhnologi  yang semakin pesat serta meraja lelahnya ...