Senin, 15 Januari 2018


Hoax Mulai Meracuni Rakyat Indonesia, Bagaimana Mengatasinya?
Dizaman perkembangan tekhnologi  yang semakin pesat serta meraja lelahnya social media maka dari situlah muncul berbagai macam masalah baru dikalangan masyarakat Indonesia bahkan disemua kalangan baik itu kalangan masyarakat biasa, kaum intelektual, dan kaum elit. Kenapa akibatnya berdampak pada masyarakat? Karena  Berdasarkan survei yang dilakukan oleh APJII ( Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) telah mengumumkan hasil survei data statistic pengguna internet  Indonesia tahun 2016 yaitu 132,7 juta user atau sekitar 51,5% total jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta dan hampir semuanya pengguna social media yang active. Berdasarkan data  ini menandakan bahwa hampir sebagian besar rakyat Indonesia pengguna internet dan active di social media otomatis masalah-masalah yang muncul di social media akan diserap oleh masyarakat. Masalah yang muncul di social media diantaranya masyarakat akan kehilangan kendali diri, kehilangan jati diri, kehilangan privasi, kehilangan uang, kehilangan teman, terjangkit penyakit mental, terprovokasi dengan berita palsu atau hoax. Yang menjadi maslah besar yang sedang dihadapi oleh bangsa ini yaitu berita provokasi atau hoax. Mengapa ini terjadi? Karena berita kebenaran dan berita kebohongan sudah sulit lagi dipilah apalagi dikalangan masyarakat biasa yang tidak memiliki pengetahuan mengenai kriteria berita yang benar dan kriteria berita hoax sehingga masyarakat Indonesia muda terprovokasi dengan berita yang didapatkanya tanpa memilih, memilah dan menganalisis berita tersebut. Kenyataanya sebagian besar masyarakat Indonesia yang mendapatkan berita yang termasuk berita Hoax tersebut otomatis percaya sehingga dampaknya yaitu perpecahan, permusuhan , kebenciaan bahkan berujung pada pembunuhan karakter  terhadap beberapa golongan.
Akademisis Komarudin Hidayat mengatakan momok dari berita bohong atau hoax tak ubahnya seperti peredaran narkotik dan pornografi. Apabilah berita ini dibiarkan terus menerus meracuni masyarakat maka sangat membahayakan masyarakat Indonesia . Karena seperti kita ketahui bangsa kita sibuk bagaimana membangun dan membentuk karakter bangsa tapi ternyata kita tidak menyadari ada masalah besar sebagai pembunuh karakter paling kejam saat ini.
OLeh karena itu ilmu yang harus dimiliki yaitu mengetahui kriteria berita yang termasuk hoax. Kriteria yang pertama pertama yaitu berita atau informasi yang berasal dari sumber yang tidak terpercaya atau tidak jelas, memihak atau bersifat subjective, tidak masuk akal dan tidak berdasarkan fakta serta bukti-bukti, hanya sebatas opini tanpa dukungan fakta nyata serta berasal dari satu sumber. Mengapa ini penting agar dalam mempercayai berita atau informasi dapat dipertimbangkan sebelumnya. Kenapa kata hoax  ini muncul, karena berawal dari munculnya banyak berita kebohongan yang tersebar di dunia maya atau social media yang disebarkan oleh oknum-oknum media yang tidak bertanggung jawab yang hanya bertujuan untuk merusak tatanan masyarakat tertuntu dengan memenangkan tujuan tertentu.
Saat ini sudah sangat sulit untuk menemukan berita kebenaran dan yang bersifat objective serta terpercaya, itu karena tidak adanya payung hukum yang jelas mengenai perundang –undangan terhadap media penyebar hoax. Bukan hanya dititip beratkan pada pemerintah untuk membuat payung hukum tetapi kaum intelektual dan beberapa organisasi-organisasi diharapkan berperan melawan hoax yang telah hampir meracuni rakyat Indonesia bahkan memecah belah indeologi Indonesia.
Dari pembacaan peristiwa besar atau masalah besar yang telah dihadapi oleh masyarakat Indonesia ini salah satunya penyebaran berita bohong yang tidak bertanggung jawab maka muncullah beberapa oknum dan beberapa organisasi yang sadar akan hal tersebut. Menurut A.M Iqbal Parewangi pada saat dialog yang diadakan oleh DPD IMM SulSel (10/13) dengan tema “Melawan Hoax Dengan Literasi” mengatakan bahwa Hoax belum cukup dan ampuh dilawan dan diselasikan dengan literasi tetapi dapat dihadapi dan diatasi dengan Iqra atau pembacaan yang dalam mengenai beberapa informasi dan merekonstruksi berita-berita tersebut serta menyerapnya bukan hanya dengan intelektual tetapi membutuhkan hati nurani karena hati nurani mampu membedakan mana yang benar dan yang tidak benar termasuk dalam pemberitaan informasi di dunia maya atau melalui beberapa media yang tidak bertanggung jawab.  Sangat menarik dengan melawan Hoax dengan Pembacaan yang mendalam (Iqra) dan menggunakan hati nurani dan ini harus disebarluasakn oleh semua kalangan dalam menganalisis berita. Selain itu pendidikan terhadap masyarakat umum mengenai bagaimana menanggapi berita yang tidak jelas atau bertanggung jawab , sangat mereka butuhkan agar mereka bijaksana dalam menanggapi setiap informasi atau pemberitaan yang tersebar maksudnya tidak secara otomatis dipercayai dan terprovokasi.
OLeh karena itu harapan terbesar agar bangsa ini tidak terpecah belah hanya karena berita bohong atau hoax maka pemerintah sebagai pembuat dan penentu kebijakan mampu menetapkan payung hukum yang jelas untuk media yang terpercaya sehingga masyarakat mengetahui mana media terpercaya dan mana media yang hanya propokator belaka. Ditambah peran dari kaum intelektual yang senangtiasa memberikan pendidikan mengenai berita yang benar dan terpercaya serta peran beberapa organisasi-organisasi yang melakukan kegiatan-kegiatan atau pergerakan yang merujuk pada perlawanan terhadap serangan Hoax di Indonesia. Jangan biarkan Hoax meracuni bangsa ini, rakyat ini, mari kita melawan Hoax dengan elegan dan terdidik.

By Mutakhirani Mustafa 

MONEY IS NOT EVERYTHING IN OUR LIVES
Money plays important part in our lives where all the people need money in doing something. Some people regard as money making them happy and also others get happiness without money. In reality every people doing all of the way seek money therefore either right way or bad way sometime the people take it as way to look for money. The people who have good knowledge about the religion and education impossible will choose bad way and contrary the people who have poor value of religion and education. So that many crimes will be happen in around us and addition no job field for the joblessness that it is opened by the government or the society who has exertion.
Without money we can’t buy life needs in very time for surviving. Clothes, Education, Travelling, Food, Entertainment, house and car need money to buy all of them.  IF we are getting sick exactly we will use money to buy medicine and enter in hospital. As we know all of the people race getting income in other word money. Now days needs of the people really improve and addition all of the thing are expensive and so on. The rich man never feel enough even less poor man because they are regarding if money only can call the comfortable and satisfied in our lives.
In reality there are many artists , governments, Business man and famous people who has many wells but they are not happy even though they have much money and can buy everything in their live . Moreover they chosen killing their selves to be free with their burden life such as the vocalist of Linking part, Robbin, ………To be question as anxious as I get in my mind why they still feel afraid, scare, worried where they have much money. To be comparing in around us there are some people actually they don’t have much money even they want to buy food but they can’t because the problem is less money yet they look happy and never be complaint.
So that money couldn’t buy everything in our lives because there is something we don’t get by money. What is it? It is such as family love, best friend, believing, smile, comfortable, friendship and so on. All of them it will come if we always be close with our religion. Why I say like that because only the people who always be grateful in their lives never getting afraid and anxious will feel having everything.
To sum up, we are as human society still looking for money by right way to cover all need in our lives and also we can share with other brother and sister who really need it. With getting money we can help our family, other people to empower their needs. As remain us that money can’t buy love and happiness because love and happiness come to us from sincere heart, so don’t to be legal everything including bad way to get money as much as we can get. And also don’t forget to be grateful whatever we get every effort that we have been doing, looking for money as enough as we can get only making us really happyly.

By Mutakhirani Mustafa

Kejamnya Gadget Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa perkembangan tekhnologi termasuk kecanggihan gadget semakin canggih dan berkembang. Berbagai macam teknologi yang seyoyangnya diciptakan untuk mempermuda urusan manusia tapi saat ini bukan hanya memiliki fungsi karena keperluan tapi banyak orang berlomba-lomba memilikinya sebagai ajang gengsi dan mode. Termasuk berbicara mengenai kecanggihan alat komunikasi atau gadget yang semakin membuat penggunanya tergiur dengan berbagai layanan yang sangat luar biasa. Untuk saat ini hampir semua kalangan memiliki alat komunikasi atau android mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, sampai yang sudah berumur. Anak-anak kini telah menjadi konsumen aktif dimana banyak produk-produk elektronik dan gadget yang menjadikan anak-anak sebagai target pasar mereka. “ apalagi jangankan anak-anak , orang tua pun ada yang sangat menyukai gadget sampai disebut gadget freak.” ( Muzakki,2013).
Kemajuan teknologi nyatanya tidak hanya menyentuh kalangan dewasa, remaja namun juga telah merambah hidup anak-anak di bawah umur yang sudah memiliki gadget sendiri.Sebuah survei oleh Common Sense Media di Philadephia membuktikan bahwa anak-anak mulai usia 4 tahun telah memiliki gadget sendiri tanpa pengawasan orang tua, survei ini diisi oleh 350 orang tua.Sebenarnya yang menjadi permasalahan saat ini yaitu banyak orang tua atau  ibu-ibu yang memiliki anak di bawah usia dini tapi telah memperkenalkan yang namanya android atau gadget. Alasannya cukup klise karena mereka berharap dengan android dapat membuat anaknya bahagia, tenang, tidak rewel, tidak menangis dan lain sebagainya. Dan lebih mengerihkannya lagi jika kita menemui anak yang usia sekitar 2-4 tahun termasuk masuk balita tapi telah lihai membuka beberapa aplikasi dalam gadget termasuk membuka youtube. Seperti kita ketahui bersama banyak situ-situs tidak mendidik dan bahkan situs pembodohan untuk anak yang bersemayam di dunia maya jangan sampai mereka membuka itu maka dampaknya sangat besar untuk perkembangan mental anak. Bahkan banyak ibu-ibu yang dengan bangganya membelikan gadget untuk anak-anaknya tanpa memberikan batasan apalagi jika mereka sibuk dan tidak mampu membuat anaknya tenang maka pilihannya memberikan gadget dan anak-anaknya akan tenang.
Yang menjadi pertanyaan dibenak kita semua yaitu mengapa anak-anak diusia dini sangat muda mendapatkan gadget dari orang tuanya . Padahal kita mengetahui bersama dampak negative gadget sangat besar terhadap pertumbuhan anak baik itu secara fisik maupun secara mental seperti pengaruhnya pada pertumbuhan kognitif, fisik, emosi, dan social anak ditambah lagi dampak terhadap kejiwaanya yaitu mental mereka belum sematang fisiknya , anak biasanya tidak punya kepercayaan diri, serta efek dari cahaya gadget berpengaruh pada kesehatan matannya serta dampak terhadap otaknya. Dampak yang paling mengerihkan yaitu kemampuan bersosialisasi menjadi berkurang, kenapa sampai seperti itu karena mereka hanya disibukkan untuk berinteraksi melalui dunia maya tanpa dilantih bagaimana melakukan interaksi secara langsung kepada orang lain dan jikalau ini dibiarkan maka kepekaan social yang dimiliki anak-anak akan terkikis. Setelah mengetahui beberapa dampak dari penggunaan gadget untuk anak usia dini , Lantas mengapa banyak orang tua terutama ibu-ibu yang membiarkan anak-anaknya untk menggunakan gadget secara bebas tanpa larangan, batasan dan pengawasan.
Untuk menghadapi secara serius kasus ini maka pemerintah, masyarakat, mahasiswa atau generasi muda serta semua kalangan termasuk orang tua atau ibu-ibu harus berperan penting untuk menuntasakan kasus ini. Jika dilihat secara kasat mata kasus ini memang tidak terlalu serius tetapi jika dianalisis secara mendalam maka kasus ini dapat menghancurkan generasi bangsa secara perlahan. Nyatanya lihatlah saat ini banyak anak-anak usia dini sudah mengalami rabun mata, gangguan mental, ketidak percayaan, pergaulan bebas dan lain sebagainya itu semua karena dampak dari android yang memiliki banyak aplikasi dan situs-situs yang tidak sehat untuk pertumbuhan anak usia dini. Peran pemerintah agar sekirannya membuat rancangan undang-undang untuk hukuman bagi orang tua yang bebas memberikan anaknya gadget yang masih berusia  sekitar 1-5 tahun. Serta masyarakat berperan untuk mengotrol orang tua bahkan ibu-ibu yang melakukan tindakan itu. Yang tidak kala pentingnya yaitu peran Mahasiswa agar senang tiasa mensosialisasikan kepada orang tua, masyarakat, serta kepada dirinya sendiri jika telah menjadi orang tua agar sekiranya menjaga anak usia dini dari gadget. Pendidikan parenting sebenarnya adalah pendidikan yang sangat penting untuk orang tua agar sekiranya mereka mendapatkan pemahaman bagaimana mendidik anak dengan bijak dan baik di zaman yang serba canggih ini.
Kasus ini sangat penting untuk dituntaskan karena seperti kita ketahui anak-anak adalah aset bangsa yang sangat berharga mereka membutuhkan perlindungan, pembinaa, pendidikan, hiburan yang mendidik, rasa nyaman dan aman untuk mewujudkan generasi yang berkarakter dan berkemajuan. Sehingga suatu saat nanti mereka menjadi sumber daya manusia berkualitas untuk kemajuan negeri ini di masa yang akan datang. Semoga semua kalanga paham akan hal ini dan semua kalangan harus berperan active untuk mengotrol setidaknya jika tida memiliki anak usia dini kita mampu memberikan peringatan dan pemahaman kepada orang tua yang belum paham akan dampak dari kasus ini.

BY Mutakhirani Mustafa 

Bad effect of Smart phone influencing in children development.

Now days, Discussion about smartphone is something interesting for everyone who is smartphone lovers. As we know A smartphone is a mobile phone with highly advanced features. A typical smartphone has a high-resolution touch screen display, WiFi connectivity, Web browsing capabilities, and the ability to accept sophisticated applications. The majority of these devices run on any of these popular mobile operating systems: Android, Symbian, iOS, BlackBerry OS and Windows Mobile. With many apps in smartphone it is to be interested with user which is the people getting free to download everything. Average of user is over 17 years old yet the problem is the children including as user of smartphone.
Wondering in our mind why the children are free using gadget even their mother gives gadget as entertainer for their child when their child is crying. So smartphone is like opium for the children because they have been common using as playing for them. Other words we know together the effect of smartphone either bad effect or good effect  if we are not wise using  it so we will get the bad effect yet we are doing on the contrary will getting good effect. Sadness if the user of smartphone is child where they haven’t understood well yet how to use in positive part in our lives. Factually in real live there are some parents where they don’t care about the effect of the smartphone for their children, they only want making happy their child at the time. So that the parents especially a mother must be control their children in using smartphone or as good as they can’t give to their children.
It comes no surprise if the kids know all about apps in gadget but most of parents seem proudly if their kids know exactly everything about gadget even the children can be defeated of adult in using gadget.  Seeing this the reality all the people must be having role to control kids Especially who has a child. As we know together about the negative effect of gadget such as, many research has shown that overexposure to gadget can result in slow cognitive development, attention deficit, and even impaired hearing.
Preventing is better than giving gadget, It means for normally growing for kids. Letting them playing as happy as their world is using doll, and others toys. To educate them normally without gadget is the best way in their growing. Trying in helping them to know everything convince our self ass parents or mother no with technology.


 By Mutakhirani Mustafa

IRONI KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI NEGERI INI
PENDAHULUAN
a.      Penampakan Kekerasan Seksual Di Indonesia
Di Indonesia kasus kekerasan seksual menjadi pemberitaan setiap saat, korbannya bukan hanya dari kalangan dewasa saja sekarang sudah merambah ke remaja, anak-anak bahkan balita. Fenomena kekerasan seksual terhadap anak semakin sering terjadi dan menjadi global hampir di berbagai negara. Dan yang lebih tragis lagi pelakunya adalah kebanyakan dari lingkungan keluarga atau lingkungan sekitar anak itu berada, antara lain di dalam rumahnya sendiri, sekolah, lembaga pendidikan, dan lingkungan sosial anak. Seperti kita ketahui bersama Kekerasan seksual adalah salah satu kasus yang sangat mengerikan saat ini apatah lagi kasus ini dialamai oleh anak-anak. Yang menjadi tragis karena yang melakukan kekerasan ini yaitu orang dewasa, dimana kita ketahui bahwa orang dewasa seharusnya melindungi, mengayomi, mendidik anak anak sebagai aset dan generasi bangsa di masa akan datang. Kasus ini sepertinya sudah tidak terbendung lagi di negeri ini menurut Komisioner KPAI Jasra Putra mengungkapkan, data menunjukkan bahwa pihaknya menemukan 218 kasus kekerasan seksual anak pada 2015. Sementara pada 2016, KPAI mencatat terdapat 120 kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak. Kemudian di 2017, tercatat sebanyak 116 kasus. Walaupun data tersebut menunjukkan adanya penurunan disetiap tahun tapi ini tetap menjadi tugas besar untuk kita semua. Karena boleh jadi kasus yang Nampak hanya berkisaran diatas ratusan tetapi masih banyak kasus yang sama tidak terungkap. Boleh jadi kasus ini menjadi rahasia dan disembunyikan bertahun-tahun oleh pelaku dan korban sehingga tidak terdata. OLeh karena itu tugas kita sebagai generasi muda mengungkap semua kasus yang semacam ini dan menindaklanjuti agar tidak terulang lagi dan berharap pelaku atau fidofilia ( penyuka anak-anak) berfikir beribu kali untuk mengulangi perbuatannya.
Peristiwa pelecehan seksual terhadap anak TK internasional di Jakarta sungguh mengguncang hati setiap orang yang memiliki nurani. Apalagi berita terakhir, korban ternyata tidak hanya sekali mengalami kekerasan seksual dengan pelaku yang lebih dari satu orang. Sekolah yang katanya berstandar internasional, dengan bayaran 20 juta per bulan, memiliki ratusan CCTV, ternyata bukan tempat yang aman bagi anak-anak. Kasus JIS, seolah menjadi pintu pembuka bagi terungkapnya berbagai kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan latar belakang yang berbeda-beda. Baru-baru ini beberapa kasus serupa yang membuat hati miris menyaksikannya yaitu kasus yang terjadi di Kecematan Sukatani Purwakarta, pelaku warga kampong Gebang Malang , Desa cipicung kecematan Sukatani. Pelaku ditangkap dirumahnya 1 november 2017 , penangkapan ini berdasarkan laporan dari paman korban. Dan berdasarkan laporan pelaku adalah tetangga korban dimana motif untuk melancarkan aksi pelaku yaitu mengimi-ngimingi sejumlah uang kepada korban sehingga terjadilah kasus ini berulang-ulang kali sejak oktober yang lalu. Karena korban merasa takut dan trauma sehingga perbuatan pelaku dilaporkan oleh sang paman. Dari beberapa contoh kasus nyata yang terjadi disekitar kita ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk kita semua apalagi ketika kita memiliki anak, kopenakan, cucu harus senangtiasa dibawa bimbingan dan pengawasan kita. Bukan hanya satu kasus atau bahkan dua kasus tetapi sudah beratus-ratus kasus yang terjadi dengan kasus yang sama yaitu kekerasan seksual pada anak. Oleh Karena itu orang tua harus waspada agar senangtiasa mengawasi dan mendidik anak karena baik di sekolah maupun dilingkungan keluarga apatahlagi di lingkungan umum tidak terjamin keamanannya. Ini menandakan orang dewasa yang terjankit fidofilia semakin meningkat bahkan bukan hanya itu mereka memiliki komunitas salah satunya yaitu komunitas Candy’s Group dan masih banyak komunitas fidofilia yang belum terungkap oleh oknum kopolisisan. Konten pembahasan komunitas ini berkisaran mengenai anak-anak, video anak tanpa busana, rencana dan target korban dan rencana-rencana bejat yang lain. Yang menakutkan lagi anggota dari komunitas ini lumayan banyak yaitu sekitar 7.479 orang dan memiliki visi dan misi yang sama yaitu pencinta anak-anak. Sehingga pesan yang sangat penting bagi kita sebagai orang tua yaitu benar-benar menjaga anak kita bahkan video atau foto-fotonya agar sekiranya tidak sering mempublikasiskan ke media social agar fidofilia tidak menjadikan anak kita sebagai targetnya.
b.      Faktor Penyebab Utama Kekerasan Seksual
Untuk mencari benang merah dari kasus ini terlebih dahulu kita harus membeda penyebab terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak. Ada beberapa faktor diantaranya. Pola pikir pelaku yang tidak sehat baik secara rohani maupun jasmani, Undang-undang yang mengatur tentang kasus ini masih dianggap lemah karena tidak memberikan efek jera terhadap pelaku, kurangnya perlindungan dari orang tua itu sendiri, Lemahnya pendidikan sex terhadap anak, kurangnya pendidikan agama terhadap anak dan pelaku, adanya kesempatan dan bahkan yang pernah menjadi korban suatu saat nanti akan menjadi pelaku. Faktor diatas hanya  segelintir jika diuraikan secara rinci maka banyak factor penyebab dari kasus ini karena berdasarkan dari berbagai kasus yang serupa factor penybebnya berbeda-beda sehingga sulit untuk diklasifikasikan secara rinci akan factor penyebab dari kasus ini karena siapa saja bisa menjadi pelaku bahkan korban.Menurut Ivo noviana ( 2015) Anak menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap kekerasan seksual karena anak selalu diposisikan sebagai sosok lemah atau yang tidak berdaya dan memiliki ketergantungan yang tinggi dengan orang-orang dewasa di sekitarnya. Hal inilah yang membuat anak tidak berdaya saat diancam untuk tidak memberitahukan apa yang dialaminya. Hampir dari setiap kasus yang diungkap, pelakunya adalah orang yang dekat korban. Tak sedikit pula pelakunya adalah orang yang memiliki dominasi atas korban, seperti orang tua dan guru. Tidak ada satupun karakteristik khusus atau tipe kepribadian yang dapat diidentifikasi dari seorang pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Dengan kata lain, siapa pun dapat menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak atau pedofilia. Kemampuan pelaku menguasai korban, baik dengan tipu daya maupun ancaman dan kekerasan, menyebabkan kejahatan ini sulit dihindari. Dari seluruh kasus kekerasan seksual pada anak baru terungkap setelah peristiwa itu terjadi, dan tak sedikit yang berdampak fatal. Sehingga peran orang tua dan agama sangat penting untuk membendung kasus ini.
Anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual terkadang malu untuk menceritakan kasus ini selain karena mendapat ancaman dan berupa iming-iming dari pelaku maka banyka kasus yang serupa berulang kali dilakukan oleh pelaku bahkan ada sampai bertahun-tahun tidak terungkap secara luas. Sehingga pihak yang sangat dirugikan adalah anak-anak itu kerna mereka mendapatkan dampak yang sangat buruk atas perbuatan tersebut. OLeh karena itu orang tua yang memiliki peran penting harus mengenali ciri-ciri anak yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual Berdasarkan psikolog forensic dari Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Reza Indragiri Amriel, menyatakan, pemeriksaan dubur untuk mengenali anak-anak korban sodomi sebenarnya tidak membutuhkan prosedur khusus. Pemeriksaanya dapat dilakukan dengan mata telanjang. Anak yang menjadi korban sodomi memliki anus yang berbentuk corong selain itu anak sering mengeluh kesakitan diarea intimnya, anak sering mengalami gangguan pencernaan bahkan anak mengalami masalah psikologi yang sangat hebat seperti menarik diri dari lingkungan pergaulan serta mendapatkan tekanan berat dan masih banyak ciri-ciri yang lain. Jika mendapati anak-anak memiliki ciri seperti ini maka sepatutnya kita waspada dan secepatnya mengambil tindakan yang berorientasi pada solusi dan melakukan pendekatan kepada anak secara persuasive agar mereka dapat terbuka mengenai kasus yang dialaminya dengan perasaan aman dan nyaman.
c.       Dampak Kekerasan Seksual Terhada Anak
Pengamat sosiologi Universitas Indonesia (UI), Devi Rahmawati menyebutkan sedikit mengkhawatirkan mayoritas pelecehan yang dialami anak itu bukannya hanya dilakukan remaja , orang dewasa , tetapi juga kakek-kakek. Tindakan itu termasuk fase yang kritis atau melanggar HAM berat. Dan yang miris lemahnya hukum di negeri ini untuk menjerat para pelaku sehingga fidofilia meraja lelah serta semakin meningkat. Karena untuk mengungkap kasus ini membutuhkan bukti-bukti dan pengakuan dari korban sedangkan keterangan korban dibawah umur tidak bisa diakui dalam system perundangan di negeri ini. Sedangkan pelaku pada umumnya memiliki wewenang yang sangat dominnan seperti orang tua, guru, paman, tante, tetangga, serta orang-orang terdekat lainya sehingga mereka dan korban memilih diam. Oleh karena itu untuk membuktikan kasus ini dibutuhkan riset laboratorium untuk menyakinkan majelis di pengadilan untuk menjatuhkan hukuman pada korban. Dampak dari kekerasan seksual yang dialami oleh anak Dampak pelecehan seksual yang terjadi ditandai dengan adanya powerlessness, dimana korban merasa tidak berdaya dan tersiksa ketika mengungkap peristiwa pelecehan seksual tersebut.
Tindakan kekerasan seksual pada anak membawa dampak emosional dan fisik kepada korbannya. Secara emosional, anak sebagai korban kekerasan seksual mengalami stress, depresi, goncangan jiwa, adanya perasaan bersalah dan menyalahkan diri sendiri, rasa takut berhubungan dengan orang lain, bayangan kejadian dimana anak menerima kekerasan seksual, mimpi buruk, insomnia, ketakutan dengan hal yang berhubungan dengan penyalahgunaan termasuk benda, bau, tempat, kunjungan dokter, masalah harga diri, disfungsi seksual, sakit kronis, kecanduan, keinginan bunuh diri, keluhan somatik, dan kehamilan yang tidak diinginkan. Menurut Kartika (2010) kasus kekerasan seksual terhadap anak ini sepuluh kali lipat lebih kejam daripada terhadap orang dewasa. Alasannya, posisi anak masih rentan, lemah, mudah dirayu, dan dibodoh-bodohi. Selain itu, kekerasan dan pelecehan seksual bukan sekedar perbuatan fisik seperti pemerkosaan, perabaan bagian tertentu, atau mencium paksa. Perbuatan ini juga menggempur psikologis dan kepribadian anak.
Selain itu muncul gangguan-gangguan psikologis seperti pasca-trauma stress disorder, kecemasan, penyakit jiwa lain termasuk gangguan kepribadian dan gangguan identitas disosiatif, kecenderungan untuk reviktimisasi di masa dewasa, bulimia nervosa, bahkan adanya cedera fisik kepada anak (Levitan et al, 2003; Messman-Moore, Terri Patricia, 2000; Dinwiddie et al, 2000). Secara fisik, korban mengalami penurunan nafsu makan, sulit tidur, sakit kepala, tidak nyaman di sekitar vagina atau alat kelamin, berisiko tertular penyakit menular seksual, luka di tubuh akibat perkosaan dengan kekerasan, kehamilan yang tidak diinginkan dan lainnya. Sedangkan kekerasan seksual yang dilakukan oleh anggota keluarga adalah bentuk inses, dan dapat menghasilkan dampak yang lebih serius dan trauma psikologis jangka panjang, terutama dalam kasus inses orangtua. yaitu hilangnya rasa percaya diri, gangguan mental yang berkepanjangan, masalah kesehatan, masa depan anak itu sendiri, tauma yang berkepanjangan serta pola pikir yang tidak sehat lagi karena boleh jadi korban suatu saat akan menjadi pelaku. Seperti kita ketahui bersama bahwa anak adalah aset terbesar bangsa dimasa akan datang otomatis mereka membuttuhkan bimbingan dan perlindungan agar mereka dapat mengenyam pendidikan, berprestasi serta berkarya dalam keadaan aman tanpa tekanan dari siapapun. Sehingga kita semua baik itu dari pihak pemerintah, KPAI, Kepolisisan, HAM, Masyarakat umum, Tokoh Agama, Pendidik di sekolah, Orang Tua dan Generasi Muda Harus Berperan penting Mencegah dan memberantas kasus ini secara bertahap, terorganisir dan tuntas.
d.      Peran Generasi Muda Dalam Menghadapi Kasus Kekerasan Seksual
Bebicara mengenai peran kaum Muda saat ini memang tidak dapat diragukan lagi apatah lagi sejumlah pergerakan yang dilakukan kaum muda telah terbukti dapat menuntaskan beberapa kasus di negeri ini. Tapi sebelum melangka jauh bagaimana strategi pergerakan kaum muda dalam mewujudkan perdamaian, mencegah kekacauan, serta menuntaskan berbagai macam kasus di negeri ini maka Langka utama yang harus di lakukan oleh generasi muda adalah membentengi diri dengan meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa karena melalui agama, generasi akan mendapatkan pendidikan moral dan pendidikan karakter secara tidak langsung sehingga peluang untuk melakukan tindakan senono itu jauh. Ketika kaum muda mampu membentengi dirinya maka keyakinan terbesar mereka mampu menjadi tauladan dan melakukan pergerakan penuntasan berbagai kasus termasuk kasus kekerasan seksual kepada anak. Untuk mencegah dan mengatasi kasus ini yang pertama yang harus dilakukan mengkampanyekan pendidikan Parenting kepada orang tua, kegiatan ini sangat penting karena kegiatan ini adalah salah satu cara memahamkan orang tua bagaimana mendidik anak yang tepat agar membantu anak-anaknya memiliki karakter yang kuat. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh kaum muda melalui wadah organisasi kepemudaan dimana dalam organisasi tersebut memiliki visi misi pergerakan yang positive untuk kemajuan negeri ini. Kenapa sehingga pendidikan parenting sangat penting dan perluh dipahamkan kepada orang tua? Karena seperti kita ketahui bersama pada umumnya gambaran karakter anak-anak itu berasal dari bagaimana orang tua mereka mendidik dan membinanya, sehingga terkadang kita menemukan anak-anak memiliki karakter yang berbeda-beda diantaranya ada yang sopan, keras, terlalu penurut, manja, cengeng dan lain sebagainya. OLeh karena itu pendidikan dari orang tua sangat memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan karakter  anak dimana mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Langka selanjutnya adalah pendidikan sex kepada anak, jadi generasi muda membentuk kelompok kecil dimana kelompok ini berperan sebagai tempat konsultasi yang focus menangani korban kekeran seksual.Wadah ini juga yang dipelopori kaum muda menggencarkan sosialisasi pendidikan sex kepada anak baik itu di sekolah-sekolah maupun dilingkungan masyarakat. Walaupun jika menyangkut mengenai sex banyak masyarakat dan orang tua menganggap hal itu tabu dan tidak penting di komunikasikan kepada anak padahal mereka harus mengetahui  hal-hal sensitive itu dengan memberikan penjelasan yang lebih halus dan rasional kepada anak. Sehingga mereka paham dan tidak muda untuk melakukan hal-hal yang diluar kendalinya. Langka ketiga sebagai peran kaum muda yaitu memberikan dukungan serta masukan kepada pemerintah dalam penyusunan rancangaan perundang-undangan mengenai kekerasan seksual kepada anak karena undang-undang yang mengatur hal itu masih dianggap lemah dan tidak memberikan efek jera kepada korban. JIka perluh memberikan masukan dan  mendukung pemerintah dalam perancangan perudang-undangan tentang hukuman seumur hidup kepada pelaku. Mengapa harus hukuman seumur hidup ? agar sekiranya dapat memberikan efek jera kepada pelaku dan membuat calon pelaku yang lain mengurungkan niatnya untuk melakukan hal yang sama serta semua ini merupakan wujud kepedulian kaum muda dan pemerintah terhadap generasi penerus bangsa yaitu melindungi, membimbing, mendidik, dan membina sebaik-baiknya tanpa merusak masa depannya. Langka selanjutnya yaitu gencar mengotrol pergerakan fidofilia, apalagi saat ini mereka telah memiliki komunitas yang sangat besar sampai memiliki sejumlah anggota dalam jumlah yang besar juga jika perluh melaporkan ke pihak yang berwajib untuk membubarkan komunitas itu serta selain mendesak pemerintah untuk mununtut pelaku secara dihukum  pemuda juga mengkomunikasikan agar sekiranya pelaku dapat direhabilitasi. Langka terakhir yaitu mengontrol beberapa social media, video, link yang mengarah pada pornografi dan pelecehan seksual agar sekiranya di blokir bekerjasama dengan pihak keminfo dan pemerintah yang bertanggung jawab di bidang itu.
Pemuda memiliki banyak cara, langka-langka dan sejumlah strategi untuk berkonstribusi menuntaskan kasus ini, Karena  Peran pemuda dalam mengatasi setiap kasus termasuk kekerasan seksual terhadap anak senantiasa berkobar dan tidak dapat dibendung apalagi jika pergerakan yang dilakukan itu adalah hal positive. Banyak komunitas bahkan organisasi yang dipelopori oleh kaum muda sangat memberikan pengaruh positive di kalangan masyarakat apalagi dikalangaan mahasiswa dan generasi muda lainnya. Beberapa diantarannya ada yang bergerak di lingkup keagamaan, kancah perpolitikan, Bidang kesehatan, Lingkup Hak Asasi Keperempuanan serta Bidang Sosial dan Kemanusiaan termasuk Mengenai Perdamaian. Dari banyaknya kelompok-kelompok yang di pelopori kaum muda maka peran serta sumbangsi kaum muda dalam mewujudkan perdamaian menuntaskan kekacauan dan keresahan masyarakat tidak diragukan lagi terutama dalam menuntaskan kasus ini. Ada beberapa organisasi yang focus menangani mengenai kekerasan seksual dengan berbagai cara dan program yang dilakukan karena mereka memiliki visi misi untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak dan bahkan menuntaskan kasus ini walau membutuhkan perjuangan. Program kerja yang dilakukan diataranya menjadi jembatan antara masyarakat dan beberapa lembaga yang menangani kasus ini seperti dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak , Sejumlah dokter sepsialis anak dan kandungan serta beberapa psikologis anak, dengan menjadinya penyambung diantara mereka. Maka masyarakat memiliki akses mudah untuk mendapatkan pengetahuan dan beberapa ilmu menghdindari kasus semacam ini dari sejumlah ahli di bidang ini. Selain itu beberapa dari mereka juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan ke sejumlah sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada anak tentang pendidikan Sex. Di Sulawesi selatan sendiri beberapa organisasi kepemudaan melakukan beberapa sosialisasi dan mengkanpanyekan ke seluruh daerah-daerah bagaimana menjadi dan mewujudkan daerah ramah anak, program ini diharapkan agar anak memiliki tempat berekspresi dengan aman dan tentram tanpa ada rasa takut dan tekanan dari siapapun dimana saja dia berada tanpa ada batasan.  Harapan terbesar dan cita-cita bangsa ini kita semua mampu mewujudkan perdamaian, kenyamanan, kerukunan serta kesejahteraan di negeri ini terutama melindungi anak-anak yang seyogyanya adalah generasi penerus bangsa yang memilki hak untuk di lindungi dan didik sebaik mungkin agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter dan menjadi sumber daya manusia yang unggul yang mampu memajukan negeri ini di masa yang akan datang. Mari kita semua sadar dan membuka mata akan sejumlah fenomena pelecehan anak disekitar kita dengan memulai untuk membentengi diri dan melindungi mereka dalam mewujudkan perdamaian di Negeri Tercinta.








DAFTAR PUSTAKA

Levitan et al, 2003; Messman-Moore, Terri Patricia, 2000; Dinwiddie et al, 2000

Noviana Ino .2015. Kekerasan seksual terhadap anak: dampak dan penanganannya child sexual: Impact and
                handling. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI.

Menurut Kartika . 2010. Peran Konselor Sekolah Untuk Penanganan Kekerasan Seksual Pada Anak. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.




































BY: MUTAKHIRANI MUSTAFA

SISTEM PENDIDIKAN MENENTUKAN PENINGKATAN PENGANGGURAN
TERPELAJAR ATAU PEKERJA PRODUCTIVE
Sistem pendidikan Indonesia saat ini berada di titik kejenuhan yang membutuhkan penyegaran, mulai dari kurikulum yang gonta ganti, penerapan full day school yang belum terlalu dipahami penerapannya, banyaknya siswa smp dan sma yang putus sekolah karena pungutan liar, Wajar  12 tahun wajib sekolah tidak memiliki landasan hukum yang kuat , kurangnya minat siswa pada sekolah kejuruan dan banyak lagi. Ini sebenarnya dampak dari pergantian menteri  pendidikan yang dilakukan oleh kabinet Jokowi serta ditambah banyaknya kasus fitnah , hoaks, rekayasa isu yang terjadi di negeri ini  . Bahkan untuk memilih informasi yang betul-betul nyata itu sudah sulit di dapatkan. Oleh karena itu kita sebagai warga negara yang baik yang terpelajar harus menjadi solusi dari permasalah bangsa saat ini termasuk mengenai system pendidikan.  Dari banyaknya masalah yang dihadapi saat ini di dunia pendidikan akan berdampak pada sumber daya manusia itu sendiri dimana  saat ini kita menyaksikan banyaknya pengangguran di Indonesia,  berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik meliris jumlah penggangguran di Indonesia mencapai tujuh juta orang tercatat mei 2017. Sangat miris menyaksikan kondisi saat ini dan bahkan sebagian dari pengagguran itu adalah kaum terpelajar baik itu lulusan SMA, lulusan s1 bahkan lulusan s2. Mengapa sehingga kasus ini terjadi padahal Indonesia memiliki pulau yang luas dan sumber alam yang kaya? Apakah yang menjadi permasalah adalah sumber daya manusianya? Menjawab dua pertanyaan ini kita harus mencermati apa yang terjadi di negeri ini seperti halnya sumber daya alam negeri ini sangat luas tapi tidak dikelolah dengan baik oleh sumberdaya manusia yang berkualitas. Dan untuk mendapatkan Sumberdaya manusia yang berkualitas dilahirkan dari system pendidikan yang baik bercermin dari beberapa negara maju.
Satu hal yang menjadi kebangaan dan impian para peserta didik baik itu tingkatan sma, s1, s2 ketika mereka telah menyelesaikan studynya , mereka hanya berfikir bagaimana menjadi PNS, sebenarnya data ini telah membuktikan bahwa peminat Profesi PNS di negeri ini itu sangat besar , saat ini telah selesai pendaftaran untuk CCPNS dan pendaftarnya sampai puluhan ribu dari  jika di total maka mencapai jutaan orang. Wajar saja jika mereka hanya mengimpikan menjadi PNS karena untuk soft skill dan hard skill tidak ditanamkan pada mereka sejak dini, kalaupun ada beberapa orang yang memiliki soft skill dan hard skill  seperti menjahit, perbengkelan, membuat aneka makanan dan lain-lain itu karena usaha mereka untuk masuk kursus, mengikuti organisasi atau bahkan dari sekolah kejuruan. Satu hal yang menjadi pertanyaan mengapa pada saat di tingkat SMA kita harus mengetahui semua mata pelajaran bahkan mata pelajaran yang kita tidak suka sekalipun harus dihadapi walau akan sia-sia. Karena Tidak adanya minat untuk belajar mata plejaran yang tdk disukai. Sudah saatnya Indonesia mengubah system pendididkan dimana ditingkatan SMA siswa diberikan keleluasan berdasarkan minat dan bakatnya. Kita sebagai guru membimbing dan mengarahkan minat dan bakatnya tersebut sehingga dari dini skill yang dimilikinya terarah sejak dini.  Serta memberikan pemahaman kepada siswa bahwa masuk ke sekolah kejuruan atau SMK itu lebih membuat mereka creative dan innovative serta siap kerja setalah lulus.
Saat ini negara kita khususnya pelaku dan penentu kebijakan seharusnya berfikir bagaimana sehinga pengangguran dinegeri ini dapat di atasi karena pengangguran dan system pendidikan itu sulit untuk dipisahkan  di negara kita ini. Coba kita menyaksikan negara-negara yang maju dan sejahtera di beberapa negara, pasti mereka sukses dalam dunia pendidikan. Oleh KArena itu sepatutnya  kita sebagai salah satu negara berkembang yang memiliki potensi besar dapat bercermin tentang bagaimana system pendidikan yang diterapkan dinegara tersebut seperti di jepang, singapura, filandia, turkey, dan negara-negara maju lainnya. Salah satu negara yang sangat terkenal dengan kesuksesan sistem pendidikannya yaitu negara Finlandia dimana system pendidikan dinegara nordik  tersebut tidak diragukan lagi terbukti siswa-siswa Finlandia selalu memperoleh peringkat atas pada tes PIS atau programme for inetrnational student assessment berdasarkan hal tersebut maka sumberdaya manusia di negeri tersebut memiliki tinggkat kreativitas dan inovasi yang cemerlang. Selain itu di negeri tersebut menunjukkan betapa system pendidikan sangat effective dan efesien sesuai dengan kebutuhan masyarakat di negeri tersebut sehingga tinggakat pengangguran  sangat rendah bahkan hampir tidak ada. Negeri kita ini sudah saatnya sadar akan ketimpangan ini dan bercermin dari berbagai negara yang sukses akan system pendidikannya
Dari berbagai permasalahan diatas terutama mengenai banyaknya pengangguran karena salah satu penyebabnya yaitu system pendidikan di Indonesia harus dikaji ulang berdasarkan kebutuhan pelajar saat ini serta dijadikan sebagai pembelajaran dan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terdidik. Sebagai pendidik, pelajar, masyarakat, orang tua bahkan pemerintah harus berperan penting akan ketimpangan yang terjadi saat ini yaitu banyaknya kaum terdidik yang menjadi pengangguran semoga kedepan negeri ini menghasilkan kaum terdidik yang creative dan innovative dalam menghadapai persaingan global yang semakin ketat. Mari kita bersatu untuk Indonesia menuju negara Emas tanpa pengagguran dan masyarakat sejahtera aman dan damai.


By Mutakhirani Mustafa

POLEMIK PERNIKAHAN DINI
Menurut UNIFPA ( 2006), pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh remaja dibawah usia 18 tahun, yang secara fisik, fisiologis dan psikologis belum memiliki kesiapan untuk memikul tanggung jawab perkawinan.Sedangkan menurut Menurut Nurkhasanah (2012) pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan secara sah oleh seseorang laki-laki atau perempuan yang belum mempunyai persiapan dan kematangan sehingga dikhawatirkan akan mengalami sejumlah resiko yang besar. Faktanya Indonesia berada di urutan ke7 didunia dan urutan ke2 di Asia dengan usia pernikahan dini tertinggi , dan Secara Nasional SulSel berada di urutan setelah Jawa Barat dan Aceh .  Tercatat , angka titik rawan pernikahan di kalangan perempuan usia 10-14 tahun mencapai 4 juta orang dan SulSel sekitar 200 ribu orang. Jika mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) , saat ini ada lebih dari 700 juta perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun. Bahkan , sekitar 250 juta diantaranya menikah sebelum 15 thaun. Fakta-fakta ini Sangat mencengamkan karena persoalan pernikahan dini adalah masalah yang semakin tidak terkendalikan terutama di SulSel serta dapat mengancam tatanan kehidupan dalam masyarakat dengan munculnya berbagai persoalan. Semestinya Hal ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menekan angka pernikahan dini karena jika kasus ini  terus diabaikan maka sejumlah persoalan baru muncul berkenaan kesenjangan social, persoalan ekonomi, kriminalisasi, meningkatnya angka kemiskinan serta membatasi ruang gerak generasi muda untuk mengembangkan bakat dan prestasinya.
Banyaknya kasus pernikahan dini di Indonesia yang menjadi viral akhir-akhir ini diantaranya pernikahan Andini dan Arling di Polewali Mandar , Pasangan ini menjadi viral setelah beredar foto pernikahannya di social media serta data mengenai kedua mempelai dimana mempelai wanita  15 tahun dan mempelai laki-laki 16 tahun, mereka masih sangat belia untuk mengarungi bahtera pernikahan. Selanjutnya Sepasang mempelai yang masih belia datang dari sumatera Selatan yang juga menghebohkan jagat maya pada Mei 2017 lalu, usia mereka yang masih berkisar 15 tahun membuat beberapa pihak tercengang. Mempelai ketiga yang juga menjadi viral di social media terjadi tepatnya tanggal 16 juli 2017 yaitu pasangan Daeng dan Diana , dimana kasus pernikahan ini yang miris  karena terpauk usia sangat jauh diamna mempelai wanita yang masih belia menikah dengan kakek yang berusia 62 tahun kasus ini sangat disayangkan. Untuk kasus serupa masih banyak bahkan ada beberapa yang tak terdata dan tak terjangkau karena kasus pernikahan dini marak terjadi di pelosok-polosok kota dan desa. Kasus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena jika ini terjadi terus menerus maka akan mengancam perkembangan generasi muda kedepan. Untuk menuntaskannya perlu analisis mendalam mengenai penyabab terjadinya pernikahan dini disekitar kita. Berbicara mengenai penyebab dari kasus ini maka ada beberapa yang menjadi penyebabnya seperti tradisi turun temurun, ekonomi, pandangan orang tua untuk menghindari zina, pendidikan, media massa dan internet, kebutuhan biologis, hamil di luar nikah, factor adat , pergaulan bebas dan lain-lain. Untuk meredam angka pernikahan dini di negeri ini maka perlu menuntaskan dengan memulai dari akar permasalahannya. Seperti menuntaskan penyebab terjadinya pernikahan dini dengan berbagai cara yang lebih elegan, berpendidikan dan komunikative.
Mengapa kasus ini memerlukan perhatian khusus dari berbagai kalangan terutama pemerintah ? karena dampak yang ditimbulkan dari kasus ini dapat membawa berbagai permasalahan baru di tengah-tengah masyarakat diantaranya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) ini terjadi karena persoalan kematangan emosional dari kedua mempelai masih minim, putus pendidikan akan terjadi sebagai dampak dari pernikahan dini karena seorang perempuan dan laki-laki  setelah menikah akan memilki banyak tanggung jawab sehingga tidak mampu membagi waktunya secara maksimal dan sasaranya tidak mampu lagi melanjutkan pendidikan, Kesehatan juga menjadi terganggu karena pernikahan dini dapat memicu tingginya angka kematian, keguguran, kanker leher rahim dan lain sebagainya, oleh karenanya banyak ahli kesehatan menghimbau tidak melakukan pernikahan di usia belia, meningkatnya angka Perceraian karena banyaknya persoalan yang dihadapi dalam rumah tangga sedang mempelai belum matang menghadapinya, penelantaran anak boleh jadi kasus ini terjadi karena persoalan ekonomi yang belum memadai dalam rumah tangga pasangan yang masih belia, membatasi bakat generasi muda untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan masih banyak dampak yang akan ditimbulkan. Stigma yang sering muncul ditengah-tengah masyarakat bahwa pernikahan dini sabagi jalan keluar dari persoalan hidup, tapi kenyataanya justru sebaliknya. Oleh karena itu tugas kita semua memahamkan masyarakat terutama orang tua mengenai dampak pernikahan dini.
Menyaksikan dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini maka dibutuhkan upaya pencegahan secepatnya. Dalam UU perlindungan anak dengan jelas disebutkan pula mengenai orang tua dan masyarakat untuk melindungi anak serta kewajiban orang tua untuk mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak ( pasal 26) . Sangsi pidana berupa hukuman kurung penjara, dan denda diatur dalam pasal 77-90. Kandungan undang-undang diatas memperjelas kewajiban kita untuk melindungi anak-anak terutama dari pernikahan dini dan yang seharusnya memilki peran penting yaitu orang tua. Serta pemerintah merevisi UU nomor 1 tahun 1974, menikah dapat terjadi jika laki-laki berusia minimal 19 tahun dan perempuan 16 tahun menjadi mempelai laki-laki minimal 25 tahun dan mempelai perempuan 20 tahun, data usia ideal dalam menikah  ini berdasarkan terbitan journal of Social and person relationship tahun 2012. Selain itu untuk mencegah pernikahan dini gerakan-gerakan Stop Pernikahan Dini yang dikampanyekan oleh beberapa organisasi kepemudaan dan unsur pemerintahan seperti yang dilakukan oleh DISPORA Provinsi Sulawesi Selatan disela-selah kegiatan Pelatihan Kewirausahaan , Kepala Dinas menyampaikan hal ini dengan tegas tentang pernikahan dini.  Semoga kita semua tersadar dan dapat bersatu untuk menuntaskan kasus ini dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter serta menjadi masa depan bangsa yang terdidik dan berkualitas.




Nama Mutakhirani Mustafa 

Hoax Mulai Meracuni Rakyat Indonesia, Bagaimana Mengatasinya? Dizaman perkembangan tekhnologi  yang semakin pesat serta meraja lelahnya ...