Kejamnya
Gadget Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini
Tidak
dapat dipungkiri lagi bahwa perkembangan tekhnologi termasuk kecanggihan gadget
semakin canggih dan berkembang. Berbagai macam teknologi yang seyoyangnya
diciptakan untuk mempermuda urusan manusia tapi saat ini bukan hanya memiliki
fungsi karena keperluan tapi banyak orang berlomba-lomba memilikinya sebagai
ajang gengsi dan mode. Termasuk berbicara mengenai kecanggihan alat komunikasi
atau gadget yang semakin membuat penggunanya tergiur dengan berbagai layanan
yang sangat luar biasa. Untuk saat ini hampir semua kalangan memiliki alat
komunikasi atau android mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, sampai
yang sudah berumur. Anak-anak kini telah menjadi konsumen aktif dimana banyak
produk-produk elektronik dan gadget yang menjadikan anak-anak sebagai target
pasar mereka. “ apalagi jangankan anak-anak , orang tua pun ada yang sangat
menyukai gadget sampai disebut gadget
freak.” ( Muzakki,2013).
Kemajuan
teknologi nyatanya tidak hanya menyentuh kalangan dewasa, remaja namun juga
telah merambah hidup anak-anak di bawah umur yang sudah memiliki gadget
sendiri.Sebuah survei oleh Common Sense Media di Philadephia membuktikan bahwa
anak-anak mulai usia 4 tahun telah memiliki gadget sendiri tanpa pengawasan
orang tua, survei ini diisi oleh 350 orang tua.Sebenarnya yang menjadi
permasalahan saat ini yaitu banyak orang tua atau ibu-ibu yang memiliki anak di bawah usia dini
tapi telah memperkenalkan yang namanya android atau gadget. Alasannya cukup
klise karena mereka berharap dengan android dapat membuat anaknya bahagia,
tenang, tidak rewel, tidak menangis dan lain sebagainya. Dan lebih
mengerihkannya lagi jika kita menemui anak yang usia sekitar 2-4 tahun termasuk
masuk balita tapi telah lihai membuka beberapa aplikasi dalam gadget termasuk
membuka youtube. Seperti kita ketahui bersama banyak situ-situs tidak mendidik
dan bahkan situs pembodohan untuk anak yang bersemayam di dunia maya jangan
sampai mereka membuka itu maka dampaknya sangat besar untuk perkembangan mental
anak. Bahkan banyak ibu-ibu yang dengan bangganya membelikan gadget untuk
anak-anaknya tanpa memberikan batasan apalagi jika mereka sibuk dan tidak mampu
membuat anaknya tenang maka pilihannya memberikan gadget dan anak-anaknya akan
tenang.
Yang
menjadi pertanyaan dibenak kita semua yaitu mengapa anak-anak diusia dini
sangat muda mendapatkan gadget dari orang tuanya . Padahal kita mengetahui
bersama dampak negative gadget sangat besar terhadap pertumbuhan anak baik itu
secara fisik maupun secara mental seperti pengaruhnya pada pertumbuhan
kognitif, fisik, emosi, dan social anak ditambah lagi dampak terhadap
kejiwaanya yaitu mental mereka belum sematang fisiknya , anak biasanya tidak
punya kepercayaan diri, serta efek dari cahaya gadget berpengaruh pada
kesehatan matannya serta dampak terhadap otaknya. Dampak yang paling
mengerihkan yaitu kemampuan bersosialisasi menjadi berkurang, kenapa sampai
seperti itu karena mereka hanya disibukkan untuk berinteraksi melalui dunia
maya tanpa dilantih bagaimana melakukan interaksi secara langsung kepada orang
lain dan jikalau ini dibiarkan maka kepekaan social yang dimiliki anak-anak
akan terkikis. Setelah mengetahui beberapa dampak dari penggunaan gadget untuk
anak usia dini , Lantas mengapa banyak orang tua terutama ibu-ibu yang
membiarkan anak-anaknya untk menggunakan gadget secara bebas tanpa larangan,
batasan dan pengawasan.
Untuk
menghadapi secara serius kasus ini maka pemerintah, masyarakat, mahasiswa atau
generasi muda serta semua kalangan termasuk orang tua atau ibu-ibu harus
berperan penting untuk menuntasakan kasus ini. Jika dilihat secara kasat mata
kasus ini memang tidak terlalu serius tetapi jika dianalisis secara mendalam
maka kasus ini dapat menghancurkan generasi bangsa secara perlahan. Nyatanya
lihatlah saat ini banyak anak-anak usia dini sudah mengalami rabun mata,
gangguan mental, ketidak percayaan, pergaulan bebas dan lain sebagainya itu
semua karena dampak dari android yang memiliki banyak aplikasi dan situs-situs
yang tidak sehat untuk pertumbuhan anak usia dini. Peran pemerintah agar
sekirannya membuat rancangan undang-undang untuk hukuman bagi orang tua yang
bebas memberikan anaknya gadget yang masih berusia sekitar 1-5 tahun. Serta masyarakat berperan
untuk mengotrol orang tua bahkan ibu-ibu yang melakukan tindakan itu. Yang
tidak kala pentingnya yaitu peran Mahasiswa agar senang tiasa mensosialisasikan
kepada orang tua, masyarakat, serta kepada dirinya sendiri jika telah menjadi
orang tua agar sekiranya menjaga anak usia dini dari gadget. Pendidikan
parenting sebenarnya adalah pendidikan yang sangat penting untuk orang tua agar
sekiranya mereka mendapatkan pemahaman bagaimana mendidik anak dengan bijak dan
baik di zaman yang serba canggih ini.
Kasus
ini sangat penting untuk dituntaskan karena seperti kita ketahui anak-anak
adalah aset bangsa yang sangat berharga mereka membutuhkan perlindungan,
pembinaa, pendidikan, hiburan yang mendidik, rasa nyaman dan aman untuk
mewujudkan generasi yang berkarakter dan berkemajuan. Sehingga suatu saat nanti
mereka menjadi sumber daya manusia berkualitas untuk kemajuan negeri ini di
masa yang akan datang. Semoga semua kalanga paham akan hal ini dan semua
kalangan harus berperan active untuk mengotrol setidaknya jika tida memiliki
anak usia dini kita mampu memberikan peringatan dan pemahaman kepada orang tua
yang belum paham akan dampak dari kasus ini.
BY Mutakhirani Mustafa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar