Senin, 15 Januari 2018


Kejamnya Gadget Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa perkembangan tekhnologi termasuk kecanggihan gadget semakin canggih dan berkembang. Berbagai macam teknologi yang seyoyangnya diciptakan untuk mempermuda urusan manusia tapi saat ini bukan hanya memiliki fungsi karena keperluan tapi banyak orang berlomba-lomba memilikinya sebagai ajang gengsi dan mode. Termasuk berbicara mengenai kecanggihan alat komunikasi atau gadget yang semakin membuat penggunanya tergiur dengan berbagai layanan yang sangat luar biasa. Untuk saat ini hampir semua kalangan memiliki alat komunikasi atau android mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, sampai yang sudah berumur. Anak-anak kini telah menjadi konsumen aktif dimana banyak produk-produk elektronik dan gadget yang menjadikan anak-anak sebagai target pasar mereka. “ apalagi jangankan anak-anak , orang tua pun ada yang sangat menyukai gadget sampai disebut gadget freak.” ( Muzakki,2013).
Kemajuan teknologi nyatanya tidak hanya menyentuh kalangan dewasa, remaja namun juga telah merambah hidup anak-anak di bawah umur yang sudah memiliki gadget sendiri.Sebuah survei oleh Common Sense Media di Philadephia membuktikan bahwa anak-anak mulai usia 4 tahun telah memiliki gadget sendiri tanpa pengawasan orang tua, survei ini diisi oleh 350 orang tua.Sebenarnya yang menjadi permasalahan saat ini yaitu banyak orang tua atau  ibu-ibu yang memiliki anak di bawah usia dini tapi telah memperkenalkan yang namanya android atau gadget. Alasannya cukup klise karena mereka berharap dengan android dapat membuat anaknya bahagia, tenang, tidak rewel, tidak menangis dan lain sebagainya. Dan lebih mengerihkannya lagi jika kita menemui anak yang usia sekitar 2-4 tahun termasuk masuk balita tapi telah lihai membuka beberapa aplikasi dalam gadget termasuk membuka youtube. Seperti kita ketahui bersama banyak situ-situs tidak mendidik dan bahkan situs pembodohan untuk anak yang bersemayam di dunia maya jangan sampai mereka membuka itu maka dampaknya sangat besar untuk perkembangan mental anak. Bahkan banyak ibu-ibu yang dengan bangganya membelikan gadget untuk anak-anaknya tanpa memberikan batasan apalagi jika mereka sibuk dan tidak mampu membuat anaknya tenang maka pilihannya memberikan gadget dan anak-anaknya akan tenang.
Yang menjadi pertanyaan dibenak kita semua yaitu mengapa anak-anak diusia dini sangat muda mendapatkan gadget dari orang tuanya . Padahal kita mengetahui bersama dampak negative gadget sangat besar terhadap pertumbuhan anak baik itu secara fisik maupun secara mental seperti pengaruhnya pada pertumbuhan kognitif, fisik, emosi, dan social anak ditambah lagi dampak terhadap kejiwaanya yaitu mental mereka belum sematang fisiknya , anak biasanya tidak punya kepercayaan diri, serta efek dari cahaya gadget berpengaruh pada kesehatan matannya serta dampak terhadap otaknya. Dampak yang paling mengerihkan yaitu kemampuan bersosialisasi menjadi berkurang, kenapa sampai seperti itu karena mereka hanya disibukkan untuk berinteraksi melalui dunia maya tanpa dilantih bagaimana melakukan interaksi secara langsung kepada orang lain dan jikalau ini dibiarkan maka kepekaan social yang dimiliki anak-anak akan terkikis. Setelah mengetahui beberapa dampak dari penggunaan gadget untuk anak usia dini , Lantas mengapa banyak orang tua terutama ibu-ibu yang membiarkan anak-anaknya untk menggunakan gadget secara bebas tanpa larangan, batasan dan pengawasan.
Untuk menghadapi secara serius kasus ini maka pemerintah, masyarakat, mahasiswa atau generasi muda serta semua kalangan termasuk orang tua atau ibu-ibu harus berperan penting untuk menuntasakan kasus ini. Jika dilihat secara kasat mata kasus ini memang tidak terlalu serius tetapi jika dianalisis secara mendalam maka kasus ini dapat menghancurkan generasi bangsa secara perlahan. Nyatanya lihatlah saat ini banyak anak-anak usia dini sudah mengalami rabun mata, gangguan mental, ketidak percayaan, pergaulan bebas dan lain sebagainya itu semua karena dampak dari android yang memiliki banyak aplikasi dan situs-situs yang tidak sehat untuk pertumbuhan anak usia dini. Peran pemerintah agar sekirannya membuat rancangan undang-undang untuk hukuman bagi orang tua yang bebas memberikan anaknya gadget yang masih berusia  sekitar 1-5 tahun. Serta masyarakat berperan untuk mengotrol orang tua bahkan ibu-ibu yang melakukan tindakan itu. Yang tidak kala pentingnya yaitu peran Mahasiswa agar senang tiasa mensosialisasikan kepada orang tua, masyarakat, serta kepada dirinya sendiri jika telah menjadi orang tua agar sekiranya menjaga anak usia dini dari gadget. Pendidikan parenting sebenarnya adalah pendidikan yang sangat penting untuk orang tua agar sekiranya mereka mendapatkan pemahaman bagaimana mendidik anak dengan bijak dan baik di zaman yang serba canggih ini.
Kasus ini sangat penting untuk dituntaskan karena seperti kita ketahui anak-anak adalah aset bangsa yang sangat berharga mereka membutuhkan perlindungan, pembinaa, pendidikan, hiburan yang mendidik, rasa nyaman dan aman untuk mewujudkan generasi yang berkarakter dan berkemajuan. Sehingga suatu saat nanti mereka menjadi sumber daya manusia berkualitas untuk kemajuan negeri ini di masa yang akan datang. Semoga semua kalanga paham akan hal ini dan semua kalangan harus berperan active untuk mengotrol setidaknya jika tida memiliki anak usia dini kita mampu memberikan peringatan dan pemahaman kepada orang tua yang belum paham akan dampak dari kasus ini.

BY Mutakhirani Mustafa 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hoax Mulai Meracuni Rakyat Indonesia, Bagaimana Mengatasinya? Dizaman perkembangan tekhnologi  yang semakin pesat serta meraja lelahnya ...