Senin, 15 Januari 2018


Hoax Mulai Meracuni Rakyat Indonesia, Bagaimana Mengatasinya?
Dizaman perkembangan tekhnologi  yang semakin pesat serta meraja lelahnya social media maka dari situlah muncul berbagai macam masalah baru dikalangan masyarakat Indonesia bahkan disemua kalangan baik itu kalangan masyarakat biasa, kaum intelektual, dan kaum elit. Kenapa akibatnya berdampak pada masyarakat? Karena  Berdasarkan survei yang dilakukan oleh APJII ( Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) telah mengumumkan hasil survei data statistic pengguna internet  Indonesia tahun 2016 yaitu 132,7 juta user atau sekitar 51,5% total jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta dan hampir semuanya pengguna social media yang active. Berdasarkan data  ini menandakan bahwa hampir sebagian besar rakyat Indonesia pengguna internet dan active di social media otomatis masalah-masalah yang muncul di social media akan diserap oleh masyarakat. Masalah yang muncul di social media diantaranya masyarakat akan kehilangan kendali diri, kehilangan jati diri, kehilangan privasi, kehilangan uang, kehilangan teman, terjangkit penyakit mental, terprovokasi dengan berita palsu atau hoax. Yang menjadi maslah besar yang sedang dihadapi oleh bangsa ini yaitu berita provokasi atau hoax. Mengapa ini terjadi? Karena berita kebenaran dan berita kebohongan sudah sulit lagi dipilah apalagi dikalangan masyarakat biasa yang tidak memiliki pengetahuan mengenai kriteria berita yang benar dan kriteria berita hoax sehingga masyarakat Indonesia muda terprovokasi dengan berita yang didapatkanya tanpa memilih, memilah dan menganalisis berita tersebut. Kenyataanya sebagian besar masyarakat Indonesia yang mendapatkan berita yang termasuk berita Hoax tersebut otomatis percaya sehingga dampaknya yaitu perpecahan, permusuhan , kebenciaan bahkan berujung pada pembunuhan karakter  terhadap beberapa golongan.
Akademisis Komarudin Hidayat mengatakan momok dari berita bohong atau hoax tak ubahnya seperti peredaran narkotik dan pornografi. Apabilah berita ini dibiarkan terus menerus meracuni masyarakat maka sangat membahayakan masyarakat Indonesia . Karena seperti kita ketahui bangsa kita sibuk bagaimana membangun dan membentuk karakter bangsa tapi ternyata kita tidak menyadari ada masalah besar sebagai pembunuh karakter paling kejam saat ini.
OLeh karena itu ilmu yang harus dimiliki yaitu mengetahui kriteria berita yang termasuk hoax. Kriteria yang pertama pertama yaitu berita atau informasi yang berasal dari sumber yang tidak terpercaya atau tidak jelas, memihak atau bersifat subjective, tidak masuk akal dan tidak berdasarkan fakta serta bukti-bukti, hanya sebatas opini tanpa dukungan fakta nyata serta berasal dari satu sumber. Mengapa ini penting agar dalam mempercayai berita atau informasi dapat dipertimbangkan sebelumnya. Kenapa kata hoax  ini muncul, karena berawal dari munculnya banyak berita kebohongan yang tersebar di dunia maya atau social media yang disebarkan oleh oknum-oknum media yang tidak bertanggung jawab yang hanya bertujuan untuk merusak tatanan masyarakat tertuntu dengan memenangkan tujuan tertentu.
Saat ini sudah sangat sulit untuk menemukan berita kebenaran dan yang bersifat objective serta terpercaya, itu karena tidak adanya payung hukum yang jelas mengenai perundang –undangan terhadap media penyebar hoax. Bukan hanya dititip beratkan pada pemerintah untuk membuat payung hukum tetapi kaum intelektual dan beberapa organisasi-organisasi diharapkan berperan melawan hoax yang telah hampir meracuni rakyat Indonesia bahkan memecah belah indeologi Indonesia.
Dari pembacaan peristiwa besar atau masalah besar yang telah dihadapi oleh masyarakat Indonesia ini salah satunya penyebaran berita bohong yang tidak bertanggung jawab maka muncullah beberapa oknum dan beberapa organisasi yang sadar akan hal tersebut. Menurut A.M Iqbal Parewangi pada saat dialog yang diadakan oleh DPD IMM SulSel (10/13) dengan tema “Melawan Hoax Dengan Literasi” mengatakan bahwa Hoax belum cukup dan ampuh dilawan dan diselasikan dengan literasi tetapi dapat dihadapi dan diatasi dengan Iqra atau pembacaan yang dalam mengenai beberapa informasi dan merekonstruksi berita-berita tersebut serta menyerapnya bukan hanya dengan intelektual tetapi membutuhkan hati nurani karena hati nurani mampu membedakan mana yang benar dan yang tidak benar termasuk dalam pemberitaan informasi di dunia maya atau melalui beberapa media yang tidak bertanggung jawab.  Sangat menarik dengan melawan Hoax dengan Pembacaan yang mendalam (Iqra) dan menggunakan hati nurani dan ini harus disebarluasakn oleh semua kalangan dalam menganalisis berita. Selain itu pendidikan terhadap masyarakat umum mengenai bagaimana menanggapi berita yang tidak jelas atau bertanggung jawab , sangat mereka butuhkan agar mereka bijaksana dalam menanggapi setiap informasi atau pemberitaan yang tersebar maksudnya tidak secara otomatis dipercayai dan terprovokasi.
OLeh karena itu harapan terbesar agar bangsa ini tidak terpecah belah hanya karena berita bohong atau hoax maka pemerintah sebagai pembuat dan penentu kebijakan mampu menetapkan payung hukum yang jelas untuk media yang terpercaya sehingga masyarakat mengetahui mana media terpercaya dan mana media yang hanya propokator belaka. Ditambah peran dari kaum intelektual yang senangtiasa memberikan pendidikan mengenai berita yang benar dan terpercaya serta peran beberapa organisasi-organisasi yang melakukan kegiatan-kegiatan atau pergerakan yang merujuk pada perlawanan terhadap serangan Hoax di Indonesia. Jangan biarkan Hoax meracuni bangsa ini, rakyat ini, mari kita melawan Hoax dengan elegan dan terdidik.

By Mutakhirani Mustafa 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hoax Mulai Meracuni Rakyat Indonesia, Bagaimana Mengatasinya? Dizaman perkembangan tekhnologi  yang semakin pesat serta meraja lelahnya ...