Hoax Mulai Meracuni Rakyat Indonesia,
Bagaimana Mengatasinya?
Dizaman perkembangan tekhnologi yang semakin pesat serta meraja lelahnya
social media maka dari situlah muncul berbagai macam masalah baru dikalangan
masyarakat Indonesia bahkan disemua kalangan baik itu kalangan masyarakat biasa,
kaum intelektual, dan kaum elit. Kenapa akibatnya berdampak pada masyarakat?
Karena Berdasarkan survei yang dilakukan
oleh APJII ( Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) telah mengumumkan
hasil survei data statistic pengguna internet
Indonesia tahun 2016 yaitu 132,7 juta user atau sekitar 51,5% total
jumlah penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta dan hampir semuanya pengguna
social media yang active. Berdasarkan data
ini menandakan bahwa hampir sebagian besar rakyat Indonesia pengguna
internet dan active di social media otomatis masalah-masalah yang muncul di
social media akan diserap oleh masyarakat. Masalah yang muncul di social media
diantaranya masyarakat akan kehilangan kendali diri, kehilangan jati diri,
kehilangan privasi, kehilangan uang, kehilangan teman, terjangkit penyakit
mental, terprovokasi dengan berita palsu atau hoax. Yang menjadi maslah besar
yang sedang dihadapi oleh bangsa ini yaitu berita provokasi atau hoax. Mengapa
ini terjadi? Karena berita kebenaran dan berita kebohongan sudah sulit lagi
dipilah apalagi dikalangan masyarakat biasa yang tidak memiliki pengetahuan
mengenai kriteria berita yang benar dan kriteria berita hoax sehingga
masyarakat Indonesia muda terprovokasi dengan berita yang didapatkanya tanpa
memilih, memilah dan menganalisis berita tersebut. Kenyataanya sebagian besar masyarakat
Indonesia yang mendapatkan berita yang termasuk berita Hoax tersebut otomatis
percaya sehingga dampaknya yaitu perpecahan, permusuhan , kebenciaan bahkan
berujung pada pembunuhan karakter terhadap beberapa golongan.
Akademisis Komarudin Hidayat
mengatakan momok dari berita bohong atau hoax tak ubahnya seperti peredaran
narkotik dan pornografi. Apabilah berita ini dibiarkan terus menerus meracuni
masyarakat maka sangat membahayakan masyarakat Indonesia . Karena seperti kita
ketahui bangsa kita sibuk bagaimana membangun dan membentuk karakter bangsa
tapi ternyata kita tidak menyadari ada masalah besar sebagai pembunuh karakter
paling kejam saat ini.
OLeh karena itu ilmu yang harus
dimiliki yaitu mengetahui kriteria berita yang termasuk hoax. Kriteria yang
pertama pertama yaitu berita atau informasi yang berasal dari sumber yang tidak
terpercaya atau tidak jelas, memihak atau bersifat subjective, tidak masuk akal
dan tidak berdasarkan fakta serta bukti-bukti, hanya sebatas opini tanpa
dukungan fakta nyata serta berasal dari satu sumber. Mengapa ini penting agar
dalam mempercayai berita atau informasi dapat dipertimbangkan sebelumnya.
Kenapa kata hoax ini muncul, karena
berawal dari munculnya banyak berita kebohongan yang tersebar di dunia maya
atau social media yang disebarkan oleh oknum-oknum media yang tidak bertanggung
jawab yang hanya bertujuan untuk merusak tatanan masyarakat tertuntu dengan memenangkan
tujuan tertentu.
Saat ini sudah sangat sulit untuk
menemukan berita kebenaran dan yang bersifat objective serta terpercaya, itu
karena tidak adanya payung hukum yang jelas mengenai perundang –undangan
terhadap media penyebar hoax. Bukan hanya dititip beratkan pada pemerintah
untuk membuat payung hukum tetapi kaum intelektual dan beberapa
organisasi-organisasi diharapkan berperan melawan hoax yang telah hampir
meracuni rakyat Indonesia bahkan memecah belah indeologi Indonesia.
Dari pembacaan peristiwa besar atau
masalah besar yang telah dihadapi oleh masyarakat Indonesia ini salah satunya
penyebaran berita bohong yang tidak bertanggung jawab maka muncullah beberapa
oknum dan beberapa organisasi yang sadar akan hal tersebut. Menurut A.M Iqbal
Parewangi pada saat dialog yang diadakan oleh DPD IMM SulSel (10/13) dengan
tema “Melawan Hoax Dengan Literasi” mengatakan bahwa Hoax belum cukup dan ampuh
dilawan dan diselasikan dengan literasi tetapi dapat dihadapi dan diatasi
dengan Iqra atau pembacaan yang dalam mengenai beberapa informasi dan
merekonstruksi berita-berita tersebut serta menyerapnya bukan hanya dengan
intelektual tetapi membutuhkan hati nurani karena hati nurani mampu membedakan
mana yang benar dan yang tidak benar termasuk dalam pemberitaan informasi di
dunia maya atau melalui beberapa media yang tidak bertanggung jawab. Sangat menarik dengan melawan Hoax dengan
Pembacaan yang mendalam (Iqra) dan menggunakan hati nurani dan ini harus
disebarluasakn oleh semua kalangan dalam menganalisis berita. Selain itu
pendidikan terhadap masyarakat umum mengenai bagaimana menanggapi berita yang
tidak jelas atau bertanggung jawab , sangat mereka butuhkan agar mereka
bijaksana dalam menanggapi setiap informasi atau pemberitaan yang tersebar
maksudnya tidak secara otomatis dipercayai dan terprovokasi.
OLeh karena itu harapan terbesar agar
bangsa ini tidak terpecah belah hanya karena berita bohong atau hoax maka
pemerintah sebagai pembuat dan penentu kebijakan mampu menetapkan payung hukum
yang jelas untuk media yang terpercaya sehingga masyarakat mengetahui mana
media terpercaya dan mana media yang hanya propokator belaka. Ditambah peran
dari kaum intelektual yang senangtiasa memberikan pendidikan mengenai berita
yang benar dan terpercaya serta peran beberapa organisasi-organisasi yang
melakukan kegiatan-kegiatan atau pergerakan yang merujuk pada perlawanan
terhadap serangan Hoax di Indonesia. Jangan biarkan Hoax meracuni bangsa ini,
rakyat ini, mari kita melawan Hoax dengan elegan dan terdidik.
By Mutakhirani Mustafa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar